Rabu, 08 Juli 2015

APA SALAHKU?



(Ayub 3:11) Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?


Pertanyaan "Apa salahku?" sering muncul saat kita mengalami  masalah berat atau menderita bukan karena kesalahan sendiri. Kita kadang menggugat Tuhan, kenapa mengizinkan penderitaan ini? Kita menganggap Tuhan tidak adil. Kita mulai membandingkan diri dengan
tetangga sebelah. "Orang itu brengsek hidupnya, kok malah kaya raya? Dia korupsi, kok hidupnya aman-aman saja?" Dan seribu keluhan yang lain.
 Dibelit penderitaan yang sangat berat, Ayub menyesali keberadaannya di dunia. Penderitaan tak tertanggungkan membuat dirinya berandai-andai tidak pernah dilahirkan. Bahkan ia berharap mati saja ketika masih bayi atau saat dilahirkan. Ayub, orang yang saleh itu, tidak mampu memahami situasi yang dihadapinya; ia tidak tahu penyebabnya dan ia juga tidak tahu jalan keluarnya. Namun, ia tidak lepas kendali. Tersirat rasa marah kepada Tuhan, tetapi ia tidak mengutuki Tuhan. Putus asa, tetapi ia tidak melawan Tuhan. Pedih, tetapi ia tidak menuduh bahwa Tuhan tidak adil. Dalam rasa sakit dan kepahitan, Ayub tidak berbuat dosa.
Memahami penderitaan dan penyebabnya memang bukan perkara mudah. Kita mungkin sering mempertanyakan alasan terjadinya suatu peristiwa buruk yang menimpa kita, atau kita merasa bahwa kita tidak patut mengalaminya. Tentu Tuhan punya maksud tersendiri bagi kita, mungkin hendak membentuk iman atau melatih kita, agar semakin kuat bergantung kepada-Nya. Maka, apa pun gelombang hidup yang berusaha menggulung kita, jangan berbuat dosa dengan menuduh Allah tidak adil.

Keadilan Allah Mutlak, Tidak Bisa Diganggu Gugat.

Rabu, 01 Juli 2015

JANGAN PERNAH MENYERAH



    Bnyak yg ingin seharum dupa tapi enggan untuk dibakar.  Banyak yg ingin setajam pisau tapi enggan untuk diasah. Banyak yg ingin sekuat baja tapi enggan untuk ditempa. Banyak yg ingin secemerlang emas tapi enggan untuk dilebur.
 Saudaraku..,
seperti apakah keadaan hidupmu saat ini?


Ketahuilah...
Bahwa ujian demi ujian yg kau alami kini merupakan proses yg Tuhan izinkan untuk memisahkanmu dari segala yg buruk, yg masih ada dalam hidupmu, demi membentukmu menjadi emas murni yg terbaik.

Jangan menyerah..!
Air matamu tidak akan jatuh percuma dan penderitaanmu saat ini tidak dapat dibandingkan dgn kemuliaan Tuhan yg akan dinyatakan kepadamu....
~
Sesuatu yg baik akan terjadi bagi siapa yg percaya.
~Sesuatu yg lebih baik akan terjadi bagi siapa yg bersabar.
~Sesuatu yg terbaik pasti akan terjadi bagi siapa yg tidak pernah menyerah. 


Tuhan Yesus Memberkati :)

Sabtu, 13 Juni 2015

MOTIVASI HIDUP

        
Pernah ngerasa diri kita payah? Pernah Ngerasa semua yg buruk tuh ada dikita sedangkan yg baik tuh milik orang lain? 
     Pernah bertanya, "kok Tuhan aku ga berubah-ubah? Kok Tuhan kenapa aku kayak jadi sumber masalah buat banyak orang? 
       Sepertinya kau mulai menyerah dengan dirimu sendiri. Sepertinya sulit bagimu untuk melihat hal2 baik dari dirimu. Pernah ngerasa begitu? Kau mulai underestimate sama dirimu sendiri. Ngerasa bodoh dan ga berguna. Kalo kamu lagi mengalami hal ini,kabar baiknya: Hey.....ada Kristus didalammu ladies Ada keindahan, keunikan,dan kemuliaan didalam dirimu. Kesadaran yg seharusnya kau miliki harusnya tidak menitikberatkan pada smua kelemahannu. Tapi kepada siapa yg tinggal didalammu. Cintailah dirimu sebagaimana adanya & mulailah membiarkan semua potensi yg Tuhan sudah anugrahkan kepadamu itu termanifestasi dalam hidupmu. Kau tak butuh penghargaan dari manusia tapi kau butuh Yesus. Sebab didalam Dia kau memperoleh apa yg kau butuh.
Apa sih yg kau butuh? Kebutuhan untuk dicintai dan dihargai. Hanya didalam Kristus kau menemukan segalanya. Pahamilah, selama kau masih hidup kau terus berproses untuk berubah kearah Kristus. Dia yg akan membaharuimu hari demi hari. Lalu dengan apa Dia membaharuimu? Dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan akan membaharui cara berpikirmu (akal budi) roma 12:1-2. Sebab kehidupan yang kita jalani ini sangat bergantung pada cara pandang kita. Cara pandangmu menentukan keputusan-keputusan hidup yang kau ambil. Cara pandangmu menentukan bagaimana kau berespon tentang segala hal dalam hidupmu.  Tak ada gunanya menjadi orang lain. Kau tak kan sampai pada level TERBAIK hingga kau mulai untuk menjadi dirimu sendiri. Hanya Yesus yang sanggup membawamu pada versi dirimu yang lebih baik, lebih baik lagi dan yang terbaik. Mengampuni diri sendiri? Hal itulah yg perlu kau lakukan. 
        Berhenti menghukum dirimu sendiri dan biarkan dirimu menikmati Kasih Tuhan Tidak menghukum diri sendiri artinya, memutuskan untuk menjalani hari ini tanpa bayang2 kesalahan dimasa lalu. Membiarkan dirimu berlarut pada kesalahan dimasa lalu, itu seperti menjilat lukamu sendiri. Izinkanlah Kristus menyembuhkanmu! Bangkitlah Hai Princess... angkatlah kepalamu.....CintaNya memerdekakanmu....PribadiNya sanggup mengubahmu menjadi versi dirimu yg terbaik.  God Bless You

Rabu, 31 Juli 2013

Cara Tuhan Memanggil



 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." - Lukas 5:8

    Bagaimana cara Tuhan memanggil kita? Mengacu dari Alkitab, kita akan menemukan dua cara yang paling sering dipakai Tuhan untuk memanggil kita. Pertama, dengan cara memberkati kita, sedangkan cara kedua adalah dengan menghajar kita. Kabar baiknya, di awal-awal Tuhan selalu menggunakan cara pertama. Namun jika cara pertama tidak efektif, maka Dia akan memakai cara yang kedua.

    Bagaimana Allah memanggil Abraham? Dengan menjanjikan berkat yang luar biasa. Abraham dan keturunannya diberkati luar biasa. Bahkan, ketika dia berada di tanah yang dihindari Lot karena tanah tersebut kurang baik, tetap saja berkat mengikuti Abraham. Bagaimana Yesus memanggil Petrus? Dengan hasil tangkapan yang jumlahnya sangat fantastis! Petrus diberkati dalam kondisi tidak memungkinkan (malam sebelumnya dia tidak mendapat satu ekor pun juga), itu yang membuat Petrus datang dan tersungkur di hadapan Yesus.


Tuhan memberkati kita karena Dia sedang memanggil kita. Meski Dia memanggil dengan memberkati kita, jangan sampai itu membuat kita fokus pada berkat itu sendiri dan melupakan Sang Pemberi berkat. Kalau itu yang terjadi, maka Dia akan memakai cara kedua, yaitu dengan menghajar kita. Ingat, Dia adalah Bapa yang sangat sayang kepada kita. Tuhan memberi ganjaran bukan karena Dia benci kepada kita, tapi Dia ingin kita kembali kepada-Nya. (Ibrani 12:7)

      Saya yakin kita semua akan memilih Tuhan memanggil kita dengan cara pertama, yaitu dengan memberkati kita. Itu sebabnya jangan pernah lupa kepada Tuhan ketika kita sudah diberkati. Jangan jadi sombong, apalagi berubah setia ketika kita sudah diberkati. Namun, seandainya hari ini kita menerima ganjaran dari Tuhan akibat ketidaktaatan kita, baiklah kita melihat hal itu dengan sudut pandang positif, bahwa Dia sedang melakukan yang terbaik bagi kita. Intinya, bagaimanapun cara Tuhan memanggil, Dia ingin selalu dekat dengan kita.