Rabu, 31 Juli 2013

Cara Tuhan Memanggil



 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." - Lukas 5:8

    Bagaimana cara Tuhan memanggil kita? Mengacu dari Alkitab, kita akan menemukan dua cara yang paling sering dipakai Tuhan untuk memanggil kita. Pertama, dengan cara memberkati kita, sedangkan cara kedua adalah dengan menghajar kita. Kabar baiknya, di awal-awal Tuhan selalu menggunakan cara pertama. Namun jika cara pertama tidak efektif, maka Dia akan memakai cara yang kedua.

    Bagaimana Allah memanggil Abraham? Dengan menjanjikan berkat yang luar biasa. Abraham dan keturunannya diberkati luar biasa. Bahkan, ketika dia berada di tanah yang dihindari Lot karena tanah tersebut kurang baik, tetap saja berkat mengikuti Abraham. Bagaimana Yesus memanggil Petrus? Dengan hasil tangkapan yang jumlahnya sangat fantastis! Petrus diberkati dalam kondisi tidak memungkinkan (malam sebelumnya dia tidak mendapat satu ekor pun juga), itu yang membuat Petrus datang dan tersungkur di hadapan Yesus.


Tuhan memberkati kita karena Dia sedang memanggil kita. Meski Dia memanggil dengan memberkati kita, jangan sampai itu membuat kita fokus pada berkat itu sendiri dan melupakan Sang Pemberi berkat. Kalau itu yang terjadi, maka Dia akan memakai cara kedua, yaitu dengan menghajar kita. Ingat, Dia adalah Bapa yang sangat sayang kepada kita. Tuhan memberi ganjaran bukan karena Dia benci kepada kita, tapi Dia ingin kita kembali kepada-Nya. (Ibrani 12:7)

      Saya yakin kita semua akan memilih Tuhan memanggil kita dengan cara pertama, yaitu dengan memberkati kita. Itu sebabnya jangan pernah lupa kepada Tuhan ketika kita sudah diberkati. Jangan jadi sombong, apalagi berubah setia ketika kita sudah diberkati. Namun, seandainya hari ini kita menerima ganjaran dari Tuhan akibat ketidaktaatan kita, baiklah kita melihat hal itu dengan sudut pandang positif, bahwa Dia sedang melakukan yang terbaik bagi kita. Intinya, bagaimanapun cara Tuhan memanggil, Dia ingin selalu dekat dengan kita.


 

Pelayanan Kasih



2 KORINTUS 8:1-9
Jemaat Makedonia mendapat kasih karunia sehingga bisa tetap bersukacita di tengah pencobaan berat; mau memberi; serta rela ambil bagian dalam pelayanan. Di ayat 2 dikatakan sekalipun mereka miskin tapi mereka kaya dalam kemurahan. Jemaat Makedonia adalah jemaat yang miskin dalam mendapat pelayanan pemberitaan Firman Tuhan. Biarlah kita juga sama seperti mereka, yakni selalu merasa haus akan Firman Tuhan.

Di Ayat 4 dijelaskan, meskipun jemaat Makedonia miskin pengetahuan akan Firman Tuhan, tetapi mereka punya kerinduan yang kuat untuk mau ikut ambil bagian dalam pelayanan kasih. Mengapa mereka bisa begitu antusias terhadap Tuhan?

1.         Karena mereka telah mengenal kasih karunia Tuhan
Yesus yang kaya rela jadi miskin supaya kita semua jadi kaya. Jika kita mengingat betapa Yesus telah rela menderita supaya kita jadi kaya, biarlah kita mau jadi antusias terhadap Tuhan. Milikilah hati dan roh yang menyala-nyala untuk Tuhan. Jangan menolak kesempatan untuk dapat melayani Tuhan.

2.         Karena mereka mau melakukan Firman Tuhan
Matius 5:13 Tuhan mau kita jadi garam dan terang dunia. Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang supaya Bapa dipermuliakan. Biarlah orang di sekitar kita dapat melihat ‘terang’ kita dan dapat merasakan rasa ‘asin’ kita. Jadilah berkat bagi orang lain supaya Bapa dipermuliakan. Jangan pernah menyerah meskipun kita ‘miskin’, karena yang terkemudian bisa jadi yang terdahulu dalam Kerajaan Surga jika kita mau meresponi panggilan Tuhan. Sebaliknya, jika kita merasa miskin dan karenanya tidak mau melakukan apa-apa, maka akan sia-sialah pengorbanan Yesus di atas kayu salib, yang telah rela menjadi miskin untuk kita.
  
Amin.
  

DATANG PADA TUHAN



Matius 11 : 28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Ini adalah ajakan Tuhan bagi semua orang untuk datang padaNya pada saat kita menemui persoalan.  Semua orang punya persoalan. Dan sering kali jika menghadapi persoalan, malahan mereka menjadi kecewa dan menjauh dari Tuhan.  Mazmur 27 : 4 mengingatkan kita untuk ‘diam di rumah Tuhan seumur hidupku’, maksudnya selalu dekat dengan Tuhan setiap saat. Maka seperti tertulis dalam Yesaya 59 : 1 Firman Tuhan berjanji bahwa Tuhan akan mendengar dan menolong.

Tuhan menghendaki kita datang padaNya dan tidak mencari pertolongan ke tempat lain, karena Tuhan rindu untuk memulihkan setiap kita.  Jika kita hadapi persoalan, ingatlah hal-hal berikut:
1.       Jangan keraskan hati terhadap suara Tuhan.  Kalau Tuhan panggil kita untuk mendekat padaNya, jangan keraskan hati dan jangan tunda ( Ibrani 3 : 8 & 15)
2.       Jangan andalkan kekuatan lain. Yeremia 17 : 5 & 7 orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati tetapi yang mengandalkan diri sendiri atau orang lain akan terkutuk.
3.       Berseru dan berserah pada Tuhan, karena hanya Tuhan satu-satunya yang dapat memberikan pertolongan. Dan Ia ketika menolong kita tidak pernah setengah-setengah. Pertolongan yang datang selain dari Tuhan tidak pernah tulus dan tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah kita. Markus 10 : 46-47 Bartimeus berseru pada Tuhan, Tuhan mendengarnya dan memulihkannya. Matius 9 : 20 Perempuan yang 12 tahun sakit pendarahan dating mendekat pada Yesus dan ia dipulihkan.
4.       Akui dosa. Perempuan Samaria yang hidup dalam perzinahan alami pemulihan setelah bertemu Yesus dan mengakui dosanya (Yohanes 4 : 16-18, 39). Setiap orang pernah berbuat dosa, Daud yang dekat dengan Tuhan pun berbuat dosa, tapi ketika Tuhan menegur ia mau mengakui dosanya maka ia alami pemulihan.

Ketika kita datang pada Tuhan mujizat dan pemulihan pasti kita alami, marilah kita respon panggilanNya untuk datang padaNya karena Ia rindu melihat kita dipulihkan.

Amin.

Berlagak Kaya



Amsal 13:7, 21:20

Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.-
          Bagaimana kita mengatur uang akan sangat mempengaruhi kesuksesan kita. Berapa banyak sebuah usaha akhirnya mengalami gulung tikar karena si pemilik keliru mengatur uang. Uang perusahaan yang harusnya dipakai untuk keperluan usaha justru dipakai untuk hal yang sifatnya konsumtif. Akibatnya, cash flow keuangan perusahaan tersebut menjadi kacau. Modal menjadi kurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Akhirnya macet dan bangkrut. Jelas-jelas kebangkrutan tersebut bukan karena usaha tersebut tidak memberi profit, tapi karena kesalahan dalam mengatur uang.
         Ron Blue, seorang konsultan keuangan, menceritakan kisah ini dalam salah satu bukunya. Seorang pria membeli sebuah jam tangan Rolex dengan harga yang sangat mahal. Pria tersebut memberi uang muka dan sisa pembayarannya akan dilunasi dengan cara diangsur. Permasalahan mulai terjadi gara-gara jam bergengsi itu. Ia kesulitan membayar jam tersebut, bahkan terbebani dengan bunga utang yang kalau dikalkulasi menunjukkan bahwa yang ia bayar adalah dua kali harga asli jam tersebut! Apakah orang ini benar-benar mampu beli jam tangan Rolex? Tentu saja tidak! Tetapi dengan membelinya, ia mungkin meninggalkan toko tersebut dengan merasa seperti seorang miliarder!
         Pengeluaran kita seharusnya tidak boleh melebihi pendapatan kita. Pengeluaran harus kita sesuaikan sampai berada di bawah penghasilan kita. Jika tidak, keuangan kita pasti bermasalah. Jangan sampai kita tergoda untuk dilihat sebagai orang kaya, lalu kita menggunakan uang secara keliru. Berlagak kaya, tapi sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Terlalu konsumtif sampai lupa bahwa ada kebutuhan-kebutuhan mendasar yang perlu dicukupi. Kalau sudah begini, kita akan memilih hutang sebagi solusi. Kita pun dililit hutang. Untuk berhutang kita harus memberikan jaminan, entahkah itu rumah, kendaraan atau barang-barang kita. Jika kita gagal membayar pinjaman, maka kita akan kehilangan barang yang kita jaminkan! Sungguh menyedihkan jika sampai hal ini terjadi. Padahal semuanya tak perlu terjadi kalau kita bisa mengendalikan arus keuangan kita.

Sesuaikanlah pengeluaran Anda sampai tingkat di bawah penghasilan Anda!