Rabu, 31 Juli 2013
Pelayanan Kasih
2 KORINTUS 8:1-9
Jemaat Makedonia
mendapat kasih karunia sehingga bisa
tetap bersukacita di tengah pencobaan berat; mau memberi; serta rela ambil bagian dalam pelayanan. Di ayat 2 dikatakan sekalipun
mereka miskin tapi mereka kaya dalam kemurahan. Jemaat Makedonia adalah jemaat yang miskin dalam mendapat pelayanan pemberitaan Firman
Tuhan. Biarlah kita juga sama seperti
mereka, yakni selalu merasa haus akan Firman Tuhan.
Di Ayat 4 dijelaskan, meskipun jemaat Makedonia
miskin pengetahuan akan Firman Tuhan, tetapi mereka punya kerinduan yang kuat untuk mau ikut ambil bagian dalam pelayanan kasih. Mengapa mereka bisa begitu antusias terhadap Tuhan?
1.
Karena mereka telah mengenal
kasih karunia Tuhan
Yesus yang kaya rela jadi miskin supaya kita semua
jadi kaya. Jika kita mengingat betapa Yesus telah rela menderita supaya kita
jadi kaya, biarlah kita mau jadi antusias terhadap Tuhan. Milikilah hati dan roh yang menyala-nyala untuk
Tuhan. Jangan menolak
kesempatan untuk dapat melayani Tuhan.
2.
Karena mereka mau melakukan Firman Tuhan
Matius 5:13 Tuhan mau kita jadi garam dan terang
dunia. Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang supaya Bapa dipermuliakan.
Biarlah orang di sekitar kita dapat melihat ‘terang’ kita dan dapat merasakan
rasa ‘asin’ kita. Jadilah berkat bagi orang lain supaya Bapa dipermuliakan.
Jangan pernah menyerah meskipun kita ‘miskin’, karena yang terkemudian bisa jadi yang terdahulu dalam Kerajaan Surga jika kita mau meresponi panggilan Tuhan. Sebaliknya,
jika kita merasa miskin dan karenanya tidak mau melakukan apa-apa, maka akan sia-sialah pengorbanan Yesus di atas kayu salib, yang telah rela menjadi miskin
untuk kita.
Amin.
DATANG PADA TUHAN
Matius 11 : 28 Marilah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan
kepadamu. Ini adalah ajakan Tuhan bagi semua orang untuk datang padaNya
pada saat kita menemui persoalan. Semua
orang punya persoalan. Dan sering kali jika menghadapi persoalan, malahan
mereka menjadi kecewa dan menjauh dari Tuhan. Mazmur 27 : 4 mengingatkan kita untuk ‘diam di
rumah Tuhan seumur hidupku’, maksudnya selalu dekat dengan Tuhan setiap saat. Maka
seperti tertulis dalam Yesaya 59 : 1 Firman Tuhan berjanji bahwa Tuhan akan
mendengar dan menolong.
Tuhan
menghendaki kita datang padaNya dan tidak mencari pertolongan ke tempat lain,
karena Tuhan rindu untuk memulihkan setiap kita. Jika kita hadapi persoalan, ingatlah hal-hal
berikut:
1. Jangan
keraskan hati terhadap suara Tuhan. Kalau Tuhan panggil kita
untuk mendekat padaNya, jangan keraskan hati dan jangan tunda ( Ibrani 3 : 8
& 15)
2. Jangan
andalkan kekuatan lain.
Yeremia 17 : 5 & 7 orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati tetapi yang
mengandalkan diri sendiri atau orang lain akan terkutuk.
3. Berseru
dan berserah pada Tuhan,
karena hanya Tuhan satu-satunya yang dapat memberikan pertolongan. Dan Ia
ketika menolong kita tidak pernah setengah-setengah. Pertolongan yang datang
selain dari Tuhan tidak pernah tulus dan tidak pernah benar-benar menyelesaikan
masalah kita. Markus 10 : 46-47 Bartimeus berseru pada Tuhan, Tuhan
mendengarnya dan memulihkannya. Matius 9 : 20 Perempuan yang 12 tahun sakit
pendarahan dating mendekat pada Yesus dan ia dipulihkan.
4. Akui
dosa. Perempuan Samaria
yang hidup dalam perzinahan alami pemulihan setelah bertemu Yesus dan mengakui
dosanya (Yohanes 4 : 16-18, 39). Setiap orang pernah berbuat dosa, Daud yang
dekat dengan Tuhan pun berbuat dosa, tapi ketika Tuhan menegur ia mau mengakui
dosanya maka ia alami pemulihan.
Ketika
kita datang pada Tuhan mujizat dan pemulihan pasti kita alami, marilah kita
respon panggilanNya untuk datang padaNya karena Ia rindu melihat kita
dipulihkan.
Amin.
Berlagak Kaya
Amsal 13:7, 21:20
Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.-
Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.-
Bagaimana
kita mengatur uang akan sangat mempengaruhi kesuksesan kita. Berapa banyak
sebuah usaha akhirnya mengalami gulung tikar karena si pemilik keliru mengatur
uang. Uang perusahaan yang harusnya dipakai untuk keperluan usaha justru
dipakai untuk hal yang sifatnya konsumtif. Akibatnya, cash flow keuangan
perusahaan tersebut menjadi kacau. Modal menjadi kurang atau bahkan tidak ada
sama sekali. Akhirnya macet dan bangkrut. Jelas-jelas kebangkrutan tersebut
bukan karena usaha tersebut tidak memberi profit, tapi karena kesalahan dalam
mengatur uang.
Ron
Blue, seorang konsultan keuangan, menceritakan kisah ini dalam salah satu
bukunya. Seorang pria membeli sebuah jam tangan Rolex dengan harga yang sangat
mahal. Pria tersebut memberi uang muka dan sisa pembayarannya akan dilunasi
dengan cara diangsur. Permasalahan mulai terjadi gara-gara jam bergengsi itu.
Ia kesulitan membayar jam tersebut, bahkan terbebani dengan bunga utang yang
kalau dikalkulasi menunjukkan bahwa yang ia bayar adalah dua kali harga asli
jam tersebut! Apakah orang ini benar-benar mampu beli jam tangan Rolex? Tentu
saja tidak! Tetapi dengan membelinya, ia mungkin meninggalkan toko tersebut
dengan merasa seperti seorang miliarder!
Pengeluaran
kita seharusnya tidak boleh melebihi pendapatan kita. Pengeluaran harus kita
sesuaikan sampai berada di bawah penghasilan kita. Jika tidak, keuangan kita
pasti bermasalah. Jangan sampai kita tergoda untuk dilihat sebagai orang kaya,
lalu kita menggunakan uang secara keliru. Berlagak kaya, tapi sebenarnya tidak
memiliki apa-apa. Terlalu konsumtif sampai lupa bahwa ada kebutuhan-kebutuhan
mendasar yang perlu dicukupi. Kalau sudah begini, kita akan memilih hutang
sebagi solusi. Kita pun dililit hutang. Untuk berhutang kita harus memberikan
jaminan, entahkah itu rumah, kendaraan atau barang-barang kita. Jika kita gagal
membayar pinjaman, maka kita akan kehilangan barang yang kita jaminkan! Sungguh
menyedihkan jika sampai hal ini terjadi. Padahal semuanya tak perlu terjadi
kalau kita bisa mengendalikan arus keuangan kita.
Sesuaikanlah
pengeluaran Anda sampai tingkat di bawah penghasilan Anda!
Langganan:
Postingan (Atom)